Aula Berhantu

Nadia Samer – Hay! namaku Aninditha, aku bersekolah disalah satu sekolah swasta yang cukup terkenal di kota ku tempat aku tinggal.

Sekolahku cukup bersih dan mewah tapi, tak bisa dipungkiri sekolah yang terlihat indah itu tak luput dari kata angker/horror. Hampir setiap tahun ajaran baru disekolah pasti ada saja siswa yang kerasukan.

Bahkan tidak hanya satu atau dua siswa saja tapi cukup banyak. Sampai – samapai banyak siswa yang pindah sekolah karena takut. Untuk sejauh ini aku masih aman – aman saja hehehe.

Sampai ada sebuah kejadian dimana aku dan temanku Anisa ingin pergi ke kantin. saat melewati lorong aula yang sangat sepi, aku dan temanku merasa ada hawa yang sangat berbeda.

Entah itu darimana aku pun juga tidak tau. Setelah sampai di kantin, Anisa menceritakan apa yang dia lihat di aula tadi. Sedikit informasi, Anisa ini anak indigo.

Anak indigo itu sebutan untuk anak – anak yang dianggap istimewa karena memiliki kemampuan dan sifat yang berbeda dari teman seumurannya. Mereka juga kerap dianggap memiliki kemampuan layaknya paranormal.

Jadi, dia cerita bahwa didalam aula tadi dia lihat sosok perempuan pakai baju putih, rambut panjang. Sedangkan, disekolah aku ini sekolah Islam yang otomatis semua murid dan guru perempuan memakai hijab.

Kita berdua bingung dong dan mikir, cewek yang ada di aula tadi itu siapa?. Sambil tetap keheranan, kita kembali ke kelas melewati aula tadi. Didalam aula tidak ada siapa – siapa.

Kita pun tetap berfikir positif siapa tau itu tadi cuma wali murid yang salah masuk kelas. Tapi, selang beberapa bulan kedepan ada kejadian juga.

Aku bersama empat  temanku ingin ke perpustakaan dan kebetulan, waktu itu di pulangnya lebih awal. Guru – guru ada acara waktu itu. Aku dan ke-empat  temanku belum dijemput jadi, kita ke perpus.

Nah sesampai di perpus, kita membaca buku dan masih tenang – tenang aja, sampai temanku Savira ingin ke kamar. Dia pergi ke kamar mandi mengajakku.

Di kamar mandi aku merasa hawanya benar – benar berbeda, ditambah lagi suasana sekolah yang sudah sepi. Setelah dari kamar mandi didekat lorong aula, aku melihat ada bayangan putih masuk ke aula.

Aku tanya ke Savira apa dia juga melihat apa yang aku lihat. Ternyata, dia juga melihatnya. Kita berdua pun lari ketakutan dan kembali ke perpus. Sesampai di perpus, aku cerita keteman – teman ku yang lain.

Bahkan, bukan aku saja yang pernah dihantui sosok itu. Hampir semua temanku yang habis dari kamar mandi atau dari kantin juga ditakuti sosok putih itu.

Keesokan hari, aku yang masih heran dengan kejadian kemarin pun akhirnya pergi ke aula sendirian. Aku sudah berada didepan pintu aula dan perlahan membuka pintu tersebut.

Memang iya, pintu aula di sekolahku tidak pernah dikunci jadi siapa pun boleh masuk ke aula tersebut.

Setelah sampai di dalam aula aku terheran heran ternyata aulanya begitu sangat kotor dan banyak kursi-kursi berserakan dimana-mana.

Memang aula itu sudah kosong sejak murid-murid diliburkan karena Covid-19 kemarin, jadi otomatis tidak ada yang membersihkan aula tersebut.

Disana suasana memang sangat berbeda dari ruang-ruangan lainnya. Aku yang berada disana sendirian akhir tidak kuat dan memutuskan untuk keluar aula.

Disaat aku keluar aula, Anisa sudah di depan aula karena dia dari tadi ternyata mengikutiku dari belakang.

Dia pun juga merasakan apa yang aku rasakan, keheranan dengan sosok putih yang terus muncul dan keluar masuk aula itu siapa sebenarnya.

Ada suatu kejadian aneh, waktu itu sedang rapat wali murid dimana rapatnya berada di aula sekolah. Karena, setiap rapat walimurid selalu menggunakan pakaian yang sama (dreescode) seperti warna hitam.

Waktu itu semua memakai baju hitam. Aku yang menunggu mamaku diluar aula dan pastinya ditemani oleh anisa kaget melihat dipojok kanan.

Disana ada wanita rambut panjang memakai baju warna putih. Sedangkan disana semua wali murid memakai baju warna hitam. Aku dan anisa langsung berfikiran bahwa dia menampakkan wujudnya Kembali.

Kita berdua akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin karena sudah lapar. Disana kita bertemu pak tukang kebun.

Anisa yang orangnya sangat kepo banget, bertanya ke pak kebun tentang sosok putih yang ada di aula sekolah itu.

Pak kebun yang mendengar pertanyaan anisa itu kaget. Karena kata orang-orang tempat yang paling mengerikan adalah aula sekolah itu.

Aku pertama kali diganggu oleh hantu itu. Aku tidak tahu persis wujudnya seperti apa, tapi yang pasti kata anisa sih wajahnya cukup mengerikan.

Ada juga yang sempat kesurupan di aula sekolah karena dia melihat wanita rambut panjang berpakaian warna putih itu.

Waktu itu aku dan anisa masih kekeh untuk mencari tau, kenapa dia masih sering menampakkan dirinya di sekolah kami. Karena anisa bisa melihat dan bisa komunikasi dengan makhluk tak kasat mata itu.

Terkadang aku dan anisa saat pulang sekolah menyelusuri setiap lorong-lorong yang ada di sekolah kita, Agar dapat mencari tau apa yang sebelumnya terjadi.

Kakek anisa adalah sesepuh atau orang pinter di desa. Kebetulan sekolahku dan anisa satu desa dengan kakeknya. Pastinya kakek anisa tau seluk beluk masa lalu sekolah kita dibangun dan ada tragedi apa disana.

Kata kakek anisa dulu, bangunan sekolah kita itu adalah bangunan belanda yang sekarang sudah direnovasi.Menjadi sekolah yang lebih bagus dan mewah ,namun masih saja ada siswa yang diganggu makhluk halus.

Makluk halus alias setan yang menghuni sekolah ini,  sudah banyak korban ada yang siswa itu sakit dan meninggal dunia.

Kita berdua yang mendengar cerita kakek langsung kaget dan menyusun argumen bahwa sosok putih yang kita lihat di aula itu adalah arwah siswa yang meninggal itu.

Selang  beberapa bulan kemudian sampai tahun ajaran baru, semua murid baru mulai masuk atau MPLS.

Kejadian yang sama terulang kembali, siswa baru banyak yang diganggu. Ada juga kejadian yang hampir menyelakai dirinya sendiri.

Setelah kejadian aneh itu, akhirnya dari pihak yayasan memutuskan untuk diadakannya istighotsah atau doa bersama setiap hari jumat di aula sekolahku.

Semua siswa juga mendapatkan jadwal membersihkan aula setiap harinya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bahkan diadakan istighosah atau doa bersama, sosok putih itu tetap menampakkan dirinya namun kadang dia juga tidak menampakkan.

Setelah beberapan bulan diadakan istighosah atau doa bersama di sekolahku. Makhluk-makhluk itu sudah tidak pernah muncul lagi.Sekolahku sudah aman dari kejadian-kejadian siswanya yang kerasukan makhluk halus.

Jadi, tempat yang kita anggap bersih dan indah tidak menjamin terhindar dari gangguan makhluk halus. Maka kita harus dapat menjaga sikap dan jangan lupa berdoa.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.