Begini Amat ya

Nadia Samer – Di era modern seperti sekarang, banyak remaja yang mulai mencari jati diri dengan ikut pergaulan yang membuatnya merasa nyaman dan merasa dianggap.

Pergaulan tidaklah selamanya bagus tergantung lingkungan dan orang tersebut. Ada yang pergaulan sehat mengarahkan ke-hal yang baik dan adapun sebaliknya.

Tergantung kita dan orangtua yang peka terhadap anaknya. Didikan orang tua sejak kecil bisa menentukan bagaimana anak akan bersikap, selain itu lingkungan ikut berperan.

Lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga juga ikut berpartisipasi. Ini juga pernah dialami oleh Jinni, tubuh jompo berjiwa remaja yang maunya semua ada tanpa harus usaha.

Padahal, jika kalau mau beli skin care harus ada usaha kerja bestie!. Bergerak sedikit saja tak mau. Disuruh ke warung dekat rumah saja jawabnya panas lah capek lah blablabla… hadeh…..

Jinni bersekolah di SMA Aman Sentosa Aman Sentosa yeeee jadinya
aman sentosa aayee aayee aayee black pink ehhh canda bestie.

SMA itu merupakan salah satu sekolah Katolik swasta di kota ini. Lingkungannya baik, gurunya ramah – ramah dan kakak kelasnya tampan – tampan, jadi semangat sekolah eehhh hahahaha.

Meskipun aku sekolah di SMA Katolik, tapi keyakinanku tetap Islam ya bestie.
Ehh sampai lupa. Hallo guys nama ku Jinni Mawar Melati sering dipanggil jinni.

Aku empat bersaudara, aku punya dua kakak perempuan, satu kakak laki-laki, dan aku anak ke empat alias anak terakhir.

Aku hanya dibesarkan oleh ibuku karena orang tuaku bercerai penyebabnya orang ketiga. Waktu aku kelas 3, ayahku meninggal dunia. Aku belum pernah bertemu sama sekali.

Hal itu yang membuat aku terkadang sangat sedih. Ibuku bekerja jadi PNS disalah satu kantor pemerintah di Blitar. Semenjak SMA selalu melakukan apa – apa sendiri.

Mulai dari pergi sekolah, belanja keperluan sekolah seperti bullpoin habis, butuh beli – beli ya berangkat sediri keadaan yang membuatku tidak mau bergantung dengan orang lain selain dengan ibuku.

Terkadang aku pikir tidak bisa selamanya kita bergantung dengan orang lain, ada kalanya kita harus bisa mengandalkan diri sendiri.

Aku sangat suka dengan yang berbau korea – korea seperti drama korea, makanan, budaya, gaya hidup, cara berpakaian hingga orangnya. Ya kayak BTS itu lo hehehe….

Mereka membuat aku memiliki semangat hidup dan hidupku lebih berwarna cieehhh. Di tahun pertama saat Jinni kelas X (satu) SMA, masih ingat betul 18 Juli 2014 waktu itu Pra Mos (Masa Orientasi Siswa).

Pagi itu, ia bersiap untuk ke sekolah di hari pertama. Ia bangun pukul 5 pagi lalu, mandi berdandan aku masih pakai seragam SMP karena masih baru.

Karena hari sabtu pakai seragam pramuka yang lumayan agak kecil, jadi kelihatan agak seksi gitu.
Setelah aku berdandan lalu, sarapan dengan menu nasi goreng pedas dengan telur mata sapi diatasnya.

Hmmm enak! minumnya teh hangat uuuu hangat. Jam dinding menunjukkan pukul 6.10 pagi. Aku memakai sepatu fantofel
warna hitam dengan kaos kaki panjang hitam.

Tas hitam yang ada di punggungku lalu, aku menghampiri ibuku yang bersiap akan berangkat kerja. “ibuk! aku berangkat, Assalamualaikum” ucapku sambil salim ke ibu.

“Waalaikumsalam ayo ibu antar ” ucap ibuku sambil mengambil kunci motor. Aku menunggu di halaman rumah. Hanya 5 menit sampai di sekolah karena sekolahku dekat rumah.

“Nanti kalau pulang jalan kaki ya” ucap ibuku sambil menunggu aku turun dan anggukan kepala jadi jawabanku. Aku mulai melewati gerbang sekolah yang dikanan kirinya ada kakak osis dan guru.

Disebelah kanan ada cowok yang mencuri perhatianku. Cowok nomer 3 dari kanan dengan postur tubuh tinggi, kulit sawo matang.Dia kaya masa depanku.

Ehhh kakak – kakak paskibra bestiee. “ini cowok ganteng banget, siapa gerangan namanya aduhh jadi pengen kenalan deh. ” Ucapku dalam ginjal ehhh hati kan jadi salting.

Kembali ke laptop ehhh maksudnya topik. Aku diarahkan menuju lapangan basket. Karena masih baru, aku gak punya teman. Aku seperti orang linglung. “Aku siapa? kamu siapa? aku dimana ? begitu gambarannya”.

Lonceng berbunyi pertanda sudah pukul 7.00 waktunya masuk. Gerbang mulai tutup
agar siswa tak dapat masuk ke area sekolah. Semua murid baru, perwakilan wali murid, dan guru berkumpul di lapangan basket.

Acara pembukaan MOS akan dimulai. Diawali apel pagi lalu inti acara, dan penutup. Setelah selesai osis pengarahkan siswa baru masuk ke kelas. Satu kelas diisi 30 siswa dan ada 4 kelas.

Didalam kelas sudah ada kakak osis pendamping. Kakak pendamping mulai memperkenalkan diri.
“Hallo adik – adik, kami adalah kakak pembimbing kalian selama 3 hari kedepan” ucap salah satu kakak pendambing.

“Hai kakak” ucap siswa di kelas. Ada cowok, satu tubuhnya agak berisi dan ada dua cewek, satu badannya pendek kecil, satunya lagi agak tinggi berkulit sawo matang.

Cowok itu namanya Rudi, si cewek Sindi dan caca. Mereka menyuruh kami membuat perkenalan. “Adik – adik kitakan belum kenal, bagaimana kalau kita kenalan.

Tak kenal maka tak sayang” ucap Rudi sambil menulis di papan tulis. “Emang kalau udah kenal harus sayang gitu? ” celetukan salah satu siswa.
Masih menulis di papan ia tertawa lalu diikuti siswa lain.

“Ya kalau mau hahahha, gak dek kalau ketemu di jalan atau dimana kan bisa panggil nama, bukan heh heh ” ucap Caca sambil ketawa. Satu kelas ikut tertawa.

Tiba – tiba ada kakak Osis yang didepan, betapa terkejutnya aku ada kakak yang mencuri perhatian dan hatiku cieee. Ia masuk dengan 4 orang temannya, 2 cowok dan dua cewek.

Mereka mulai masuk ke kelas. “kalian tahu enggak, hatiku sudah jedak – jedukkk”. Mereka memperkenalan diri, ada namanya Rio, Andre, Salsa dan silvi.

Kalian tahu, ternyata cowok yang bikin hatiku jedak – jeduk sampai mau gulung – gulung, ternyata namanya Andre bestiee. Tatapan matanya uuuu bikin leleh, apalagi senyumnya manis banget aduhhhh enggak kuat bestie.

Oke lanjut selesai mereka berkenalan, tak terasa jam dinding menujukan pukul 13.00 waktunya siswa pulang. Berdo’a laku pulang. Perkenalan kami dilanjut hari Senin.

Semua hari Senin sama seperti biasa. Kali ini aku berangkat jalan kaki. Masuk kelas langsung mengambil sapu. Sebelumnya sudah diatur jadwal piket hingga pengurus kelas untuk sementara.

Aku sampai sekolah pukul 6.10 pagi. Keadaan kelas masih sangat sepi. Tukang sapu pun masih menyapu halaman. Aku mengambil sapu yang ada dibelakang beserta cikrak.

Sekolah masih sangat sepi, suara sapu lantai bisa terdengar sampai kelas paling ujung lorong. Enak – enak menyapu, ada suara dari belakang. Tak mungkin ada siswa lain, keadaan cuma aku yang ada di kelas.

Kupikir kelas sebelah lanjut menyapu lagi dan suara itu ada lagi, seperti ada orang yang menarik meja srett….. begitu. Aku pergi ke kelas sebelah ternyata, kelas masih kosong.

Aku kembali ke kelas untuk menyapu kembali. Tiba – tiba suara itu terdengar lagi dan semakin keras. Lalu, menoleh ke sumber suara. Ku banting sapu, lari keluar dan melihat teman.

Bel berbunyi sangat nyaring, pertanda pukul 7.00 watunya masuk . Aku dan teman – teman pun masuk kelas. Semuanya duduk ditempatnya masing – masing.

Siswa pakai seragam biru putih dengan sepatu olahraga atau fantofel hitam, kaos kaki putih panjang. Kakak pendamping sudah ada di kelas.

Kita berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pancasila, janji murid dan berdo’a.
Setelah itu, kami meneruskan sesi perkenalan
“ayo dek kita teruskan perkenalan kemarin”.

“Dimulai dari kamu, cowok yang duduk didekat tembok siapa namanya? sini maju aja biar teman – temanmu tahu” ucap Rudi sambil manggil anak tersebut.

Setelah anak itu berkenalan, sampai giliran ku yang memperkenalkan diri. “Halo teman – teman namaku Jinni Mawar Melati, aku dari SMP Negeri Cahaya dari Kayanagan.

Hobi ku menyanyi, menari, nonton drakor. Pokoknya semua serba Korea. Ehh nama panggilan ku Jinni. Salam kenal teman – teman. Perkenalan sambil terseyum.

Ada temanku yang namanya Rizha tapi, panggilannya Boria suka – suka kayak di film upin ipin. Mari semua rekan dan taulan boria suka – suka kami dendangkan ini hanyalah sekadar guraun untuk semua.

Sebagai hiburan ehhhh malah nyanyi ma’af ya bestie hehehe. “Oh suka korea juga nanti nonton drama sama aku ya” ucap rizha sambil tertawa. “Okehhh” ucapku sambil tersenyum.

“Kamu tahu Suju? itu lo Super Junior yang membernya ganteng – ganteng gitu lo” ucap Rizha sambil bertanya. ” Omo omo Suju ya tahu dong yang ada mas Agung, ehhh mas Siwon”, jawabku sambil tertawa.

Keadaan aku masih didepan teman – temanku dan kakak pendambing ikut menonton. Kami mengobrol. ” Iya aku juga suka Siwon oppa. Dari semua lagu kamu paling suka lagunya yang mana?” ucap rizha.

“Lagu Suju?? aaaa magic, itu aku suka apalagi sorry sorry, sorry sorry sorry nanananaa” ucapku sambil menyanyi dan menarikan lagu tersebut. Tak sadar semua tertawa melihat tingkahku.

Tanpa aku sadari kakak Andre, cowok yang ku suka melihat kejadian tadi. Astaga malunya aku. Aku langsung menutup wajahku dengan kedua tangan.

Ia masuk dan berkata” loh kok berhenti, kan aku belum liat” ucapnya masuk ke kelas diikuti 4 temannya. Aku tambah malu tersipu – sipu dan jeduk – jeduk. “Ah udah kak aku malu”, ucapku sambil kembali ke bangku.

Ia dan teman – temannya tertawa. “Ehh kamu namannya siapa?”, tanya kak Andre sambil menujuk kearahku. “ehmm ..nama Jinni Mawar Melati kak, panggilannya Jinni”, ucapku sambil menahan rasa malu.

Lalu temannya yang bernama Nando bilang begini, “namanya kok kayak lirik lagu Jinni Mawar Melati. Semuanya indah hahahahahaha”. Makin malu dong bestiee.

Semua tertawa sangat kencang. Lalu terdengar lonceng, waktunya istirahat. “Ehhh nanti dilanjutkan setelah istirahat, ” ucap kak Rio. ” Iya kak “, jawab satu kelas.

Setelah istirahat, kegiatan selanjutnya kita diarahkan ke ruang paroki aula, gereja
untuk melihat perkenalan exstrakulikuler dan pekenalan lingkungan sekolah.

Semua siswa baru duduk dibangku yang sudah disediakan. Pertama perkenalan lingkungan oleh humas sekolah. Humas menjelaskan lingkungan sekolah gimana kelasnya, dimana aja dan blablablabal…..

Masuk kesesi perkenalan extrakulikuler, ada exstra basket, volly, komputer, PMR (Palang Merah Remeja). Ada exstra paskibra yang meujukan aksi baris berbaris.

Mereka baris dengan hentakan kaki seirama. Satu ruangan dibuat kagum akan aksi tersebut. Aku menunggu extra dance yang berisikan 4 orang dua cewek dan dua cowok.

Mereka menarikan lagu milik Black Pink, How You Like That. Musik terdengar kencang dan gerakan yang energik. Apalagi dua cowok sangat lentur sekali hingga membuat semua orang bersorak.

Setelah acara selesai, kita kembali ke kelas masing – masing. Jam dinding menujukkan pukul 13.15 waktunya pulang. kita berkemas berbdo’a dan pulang.

Kegiatan hari ini hanya materi tentang bahaya
narkoba dan rokok. Lomba yel – yel perkelas yang sudah dibuat di hari Senin. Satu per satu kelas maju untuk menampilkan yel – yel mereka.

Ada yang malu – malu, ada yang sangat heboh sampai membuat semua tertawa. Di hari ini juga kedatangan cowok keren alumni sekolah yang pernah sekolah di Cina.

Namanya kak Stefan. Kebetulan ia pas libur dan pulang ke Indonesia. Ia cerita di Cina seperti apa, bagaimana dia bisa sekolah disana dan blablabla. Pukul 9.30 waktunya istirahat kita diberi snack.

Kita menikmati dan tak terasa istirahat telah usai. Kegiatan dilanjutkan sampai pulang. Hari ke-tiga menjadi puncak acara. Kita tetap masuk seperti biasa.

Kali ini kita tidak ke kelas melainkan ke aula paroki untuk puncak acara dan penutupan. Banyak penampilan mulai dari siswa, guru dan bahkan anggota Osis.

Rizha menyanyikan lagu dari Virzha berjudul aku lelakimu. Suarany serak – serak becek ehhh basah bestie, membuat semua orang kagum dan ini mendengarkan lagi.

Pembawa acara memanggil namaku, “wah ini ada yang cover dance nih Jinni akan cover dance Nayeon – pop. Ini dia, Jinni. Tepuk tangan yang meriah ” ucap salah satu host.

Aku maju ke panggung dengan wajah malu. Waktu aku sudah dipangung, aku bersiap. Aku melihat kearah penonton. Ada kak Andre dan teman – temannya duduk didepan panggung.

Wah aku jadi gila dilihatnya, enggak mungkin turun panggung. Aku memakai crop top ungu lilac, celana pendek, sepatu but hitam dengan hight tinggi.

Saat musik mulai, aku bukan seperti aku yang tadinya malu sekarang berubah menjadi PD sekali. Aku menari mengikuti irama musik semua orang ikut bersorak.

Aku melihat kak Andre yang senyum – senyum melihat aku menari. Kan aku jadi salting hehehe. Saat aku sudah selesai tampil turun dari panggung melewati kak Andre.

;alu ia memanggilku, “dek Jinni ini “, ucapnya sambil menyuruhku mendekat kearahnya. “Ini beneran kak Andre pangggil aku astaga aaaaa…..”, ucapku dalam hati.

“Iya kak Andre ada apa?”, tanyaku sambil mendekatinya. Ia mendekat kearah telingaku, membisikkan sesuatu. Hatiku dag dig dung. Aku menunggu ia berbicara, ” dance kamu tadi bagus banget aku suka tapi……”, ucap kak Andre.

Kupikir mungkin dia gerah kali ya dan ternyata…..,
“celana kamu terlalu pendek dan bagian belakang benangnya ada yang lepas, untung aja kamu pakai short”.

“Nih tutup pakai jasku ya! nanti kalau kamu udah ganti baju kamu bisa kembalikan ke aku”, ucap kak Andre. Aku menerima sambil menahan malu. Lalu mengucapkan terima kasih padanya. Aku sangat malu atas pehatiannnya.

Aduh dia perhatian sekali, makin sayang aku ehhh kagum maksudnya. Setelah itu, aku ganti baju dan aku kembalikan jas kak Andre. Aku berjalan kearah ruang Osis untuk menemui kak Andre.

Berdiri didepan pintu ruang Osis. Aku melihat kak Andre yang lagi duduk. Duduk aja ganteng apa lagi jadi pendampingku ehhh
ehh canda bistiee.

“Ndre! dicari Jinni tuh”, ucap kak Nando yang lagi main hp. Kak Andre melihat kearah pintu, “eh Jinni, ada apa?”, ucap kak Andre. Aku masuk ruang Osis. “ini kak, mau mengembalikan jas kakak”.

“Oh ya makasih kak”, ucapku sambil tersenyum. Ia tersenyum padaku. “Iya sama – sama”, ahhhhh senyumnya manis banget aaa. Aku langsung pulang karena MOS-ku sudah selesai yeyeyeyeyeye……

Hari kamis, hari pertama setelah MOS. Agendanya, memilih jurusan. Nah disini dikasih tiga pilihan IPA, IPS, dan Bahasa. Aku milih Bahasa karena matematika cuma  4 jam pelajaran dalam seminggu.

Karena aku benci matematika, aku lebih suka menghitung uang daripada menghitung angka, ya enggak bestieee. Aku mengisi di kertas yang sudah disediakan sambil kubaca dengan teliti.

Setelah  merasa yakin, ku kumpulkan kertas itu di ruang TU. Saat di sekolah, kami hanya mengobrol dan bermain karena belum mulai pelajaran. Tak terasa jam dinding menunjukkan pukul 12.00,

Lonceng gereja berdentang 3x, kita melakukan do’a Angelus yang dipadu dari audio yang terpasang di setiap sudut kelas. Aku merasa bingung, kok do’a begini menyebut Bapa putra dan Roh kudus.

Lalu aku harus berdo’a gimana nih. Akhirnya, aku berdo’a menurut keyakinanku. Setelah selesai, aku pun istirahat di katin dengan teman – teman. Ada Dita, Siti, Risa dan masih banyak lagi deh.

Kita memesan soto ayam yang rasanya gurih sekali, ditambah sambal dan kecap apalagi krupuk hemm… enak. Minumnya teh puncuk. Kita asyik makan dan mengobrol, tak terasa bel berbunyi tanda masuk.

Kami bergegas kembali ke kelas. Aku melihat ada banyak siswa didepan mading sekolah. Lalu, kami ikut melihat. Ternyata yang kami isi tadi tentang jurusan sudah ada hasilnya.

Aku berhasil masuk jurusan bahasa yang berisi 25 siswa. Pukul 13.30 kami watunya pulang. Hari ini pertama aku masuk sekolah dengan seragam SMA dan sudah masuk jurusan bahasa.

Kelasku ada didepan lapangan basket nomer 2 dari ruang TU. Bangku kayu sebagai khasnya, papan tulis putih dan perlengkapan kebersihan ada disudut kelas bagian belakang.

Aku masuk ke kelas, duduk paling depan, pas papan tulis. Aku duduk dengan temanku, namanya Cici. Aku berkenalan dengan teman – teman. Jam menujukkan pukul 7.00.

Lalu, kami berdiri untuk menyanyikan Indonesia Raya, Pancasila, Janji murid dan berdo’a. Wali kelas masuk memperkenalkan diri, ia bernama Juliana.

Sering dipanggil sensei ( guru dalam bahasa Jepang). Beliau mengajar Bahasa dan Sastra Jepang. Orangnya belum terlalu tua, badannya kurus agak tinggi dengan rambut pendek ikal.

Hari pertama ini beliau menganjarkan kami dasar sastra Jepang, mulai dari huruf hiragana, katakana hingga kanji. Aku pikir akan mudah ternyata tidak bestiee ini susah sekali aaaaaa.

Salah huruf satu saja sudah beda artinya. Setiap ujian aku selalu remIdi karena memang susah. Ditambah lagi sensi orang yang tepat waktu jadi tambah susah say…

Tahun pertama, kedua hingga tahun ke-tiga tak terasa ujian nasional didepan mata. Tandanya lulus sekolah makin dekat dan kehidupan yang sebenarnya dimulai teng teng teng.

Ujian nasional telah kita lewati, lulus sekolah makin didepan mata. Tanggal 7 Mei 2017
sekolah mengadakan pelepasan kami dengan membuat acara yang sangat meriah. Ada penampilan nyanyi, dance hingga fashion show.

Semua bertepuk tangan meriah, ditambah salah satu guru ikut bernyanyi jadi tambah riuh. Sekarang kita bisa bersenang – senang, besok lulus hemm….

Tanggal 6 Juni 2017 penguman yang ditunggu – tunggu pun datang, dimana hari kelulusan kami semua lulus 100%. Ayee ayeee ayeee black pink ehhh salah saking senengnya hehehe…

Tahun pertama lulus tidak seperti espektasiku. Setelah lulus, aku berkuliah di Malang dengan jurusan komunikasi, lalu dapat semester 3 kerja part time. Ternyata espektasiku ditampar dengan realita.

Sekarang aku menganggur. Kasihan saudaraku mengajak berjualan accesories di rumah. Aku senang karena ada kegiatan dan ada uang yang masuk. Tidak bertahan lama aku menganggur lagi.

Lalu aku memberanikan diri melamar pekerjaan. Ku kira mudah tinggal kirim lamaran lalu dapat kerja, ternyata tidak semudah itu cantik.

Hampir 1 tahun aku mengannggur dan akhirnya aku mencoba kembali mengirim lamaran ke sejumlah toko dan kantor. Puluhan lamaran sudah ku kirim ada satu yang dipanggil. Aku senang sekali yeyeye akhirnya dapat kerja.

Aku diterima disalah satu toko baju namanya tralala trilili, bertempat ditengah kota. Setelah bekerja satu bulan, aku bisa mendapatkan uang dari hasil keringatku sendri. Aku bangga dengan diriku sendiri selamat ya bestie.

Dari sini aku mengerti  ternyata apanya kita anggap mudah belum tentu mudah, pasti rintangan yang kita hadapi. Tergantung bagaimana kita menghadapinya.

Perlu ada mental yang sehat, tubuh yang kuat untuk menghadapi tersebut. Aku belajar untuk tidak bergantung dengan orang lain, sebab tidak selamanya kita dapat bergantung padanya.

Dalam menjalani hidup, kita butuh apa yang membuat kita bahagia. Agar bisa menjalani semua dengan senyuman manis.

Mencintai diri, percaya diri alias pede, dan menjadi diri sendiri itu juga penting ya bestiee. Terkadang ada keinginan kita yang tidak sesuai rencana.

Tak apa, Tuhan tahu apa yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Yang jadi poin utama adalah aku bersyukur atas apa yang aku punya. Karena tidak semua orang seperti diriku yang bisa makan 3x sehari dan bisa beli apa yang aku mau.

Satu lagi, beli apa yang kita butuhkan, jangan apa yang kita inginkan. Itu tips dari aku jika ingin kalian cepat menjadi kaya, ya enggak bestie. Makasih ya bestie sampai jumpa dadah….

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.