Cerita di Desaku Tahun 2004

Nadia Samer – Hai, namaku Sri lestari. Aku mau menceritakan sedikit tentang Desaku dan pengalaman yang  pernah aku alami saat aku berumur 7 tahun yaitu di tahun 2004.

Aku tinggal di Desa Bacem, Dusun Cungkup RT 002/RW 002. Desaku itu tepat dibawah gunung PUTUK BUCENG (gunung yang tidak aktif Lagi).

Dulu aku sekolah di SDN Bacem 03, disekolahku itu terkenal sangat angker. Dibelakang sekolahku ada sebuah candi namanya Candi Bacem.

Tepat di belakang sekolahku, di candi itu dikelilingi pagar kawat yang sangat tajam. Jadi, yang bisa masuk di dalam candi hanya yang biasa membersihkan candi saja. Di sekeliling candi banyak pohon bambu yang sangat besar-besar.

Suatu ketika temenku yang bernama Putra masuk ke dalam candi, dengan cara menerobos pagar kawat bagian bawah.

Saat menerobos, seragam putihnya tersangkut hingga sobek panjang. Dia nangis pulang kerumah, kasihan sih tapi ya nakal banget emang dia.

Di candi dipercayai oleh warga sekitar sebagai tempat yang sakral. Sering kali setiap ada warga yang akan ada acara seperti pernikahan atau akan mendirikan rumah pasti melakukan selamatan di area Candi Bacem.

Menurut cerita dari nenek saya, kenapa kok dilakukan selamatan di area candi sedangkan dirumah juga mengadakan selamatan. Karena untuk memperlancar acara dan tidak ada yang mengganggu (roh halus) saat acara.

Diarea candi juga terdapat sesaji seperti bunga, kendil kecil, kaca, uang koin, dan telur ayam kampung.

Sesaji itu sering di di buat mainan oleh teman-temanku, kalau aku sih tidak berani mainan di area candi karena saya sejak kecil penakut.  Pasti kebayang-bayang kalau didatangin hantu gimana kan serem, hehehe

Kalau dari bentuk candinya sangat kecil, berada ditengah-tengah tumpukan batu bata yang ditata rapi. Untuk sejarah Candi saya juga belum begitu tau.

Tetapi kalau kalian akan pergi ke pantai Serang,  jangan lupa untuk mampir. Disitu ada papan yang tertuliskan tentang Candi Bacem.  Setiap pagi hari ada petugas yang membersihkan area candi.

Ada juga yang membuat seram di area sekolahku, yaitu sumur tua yang sudah tidak terpakai dan 4 kamar mandi kosong.

Sebelah sekolah juga ada banyak rumah yang kosong karna sering kali ditinggal (baru pindah trus pindah lagi). Alasan mereka karena sering diganggu roh halus penghuni sekolah dan sangat dekat dengan area pemakaman umum.

Ada juga sedikit cerita dari warga yang pernah membantu seorang tukang ojek dari Garum. Waktu tengah malam sepeda motornya nyangkut di sebuat kijing (makam orang yg sudah kramik/direnovasi).

Beliau seorang tukang ojek dari garum yang membawa seorang penumpang perempuan cantik untuk diantar ke Desa Bacem yaitu desaku.

Sesampai di lokasi, dia minta turun dan masuk ke sebuah rumah cat hijau pagar coklat. Sesaat setelah wanita itu masuk, tukang ojek itu bermaksud mundurin kendaraan tapi tetep tidak bisa.

Setelah dilihat-lihat tempat itu berubah menjadi kuburan yang gelap dan motor bapak ojek itu tersangkut.

Lalu bapak itu pergi dari area makam untuk mencari bantuan ke warga sekitar, dan setelah mengetok 1 rumah warga yng bernama mbah Mbotol.

Lalu mbah Mbotol meminta cucunya untuk membangunkan warga yang lain untuk meminta bantuan.

Mbah Mbotol mempersilahkan bapak ojek untuk masuk ke dalam rumahnya dan menceritakan kejadian yang dialami oleh bapak ojek itu. Istri mbah mbotol mempersilahkan 1 cangkir kopi panas untuk bapak ojek tersebut.

Bapak itu menceritakan bahwa mengantar penumpang dari Desa Tingal Garum yaitu seorang perempuan cantik yang masih memakai seragam SMA.

Seingat bapak ojek itu, ia mengantar dari garum jam 7 malam. Perjalanan lumayan cepat, tidak sampai 1 jam tapi kenapa sampai disini sudah jam 1 malam.

Bapak itu terheran-heran dan sampai di lokasi juga melihat rumah cat hijau pagar coklat yang dimasuki perempuan tadi untuk mengambil uang, sedangkan beberapa saat berubah di tengah kuburan.

Mbah Mbotol pun tidak terkejut karna ini sudah ke 2 kalinya ada ojek yang nyasar di pemakaman sini.

Mbah Mbotol pun menceritakan kejadian sebelumnya sekitar 2 minggu yang lalu, ada ojek nyasar juga dan kejadian sama persis dengan yang dialami bapak ojek tersebut.

Dari cerita mbah Mbotol itu ada seorang perempuan yang baru kecelakaan setelah pulang sekolah. Maka dari itu perempuan itu berpakaian baju sekolah.

Kemungkin arwahnya masih belum tenang karena ada yang masih ketinggalan di lokasi kecelakaan yang perlu ditelusuri kembali.

Setelah beberapa warga sudah berkumpul di rumah mbah Mbotol lalu bapak ojek itu menunjukkan tempat lokasi sepeda motor yang tersangkut di area makam.

Benar saja, motor bapak ojek tersebut tersangkut nisan sebelah makam perempuan yang baru meninggal akibat kecelakaan itu,

Setelah sepeda motor bapak ojek tersebut dikeluarkan dari area pemakaman. Warga sekitar memberi pesangon 20ribu hasil iuran dari beberapa warga, karena bapaknya belum dikasih uang oleh perempuan tadi.

Bapak ojek pun berterimakasih kepada warga, lalu pulang dikasih arahan oleh warga sekitar. Esoknya pun warga memberitahu pihak keluarga agar mengadakan selamatan kembali.

Kemungkin ada barang yang masih tertinggal dilokasi kecelakaan yang ingin diambil oleh perempuan itu.

Setelah beberapa minggu kemudian bapak ojek itu kembali ke pemakaman untuk mengantar bunga ke makam perempuan tersebut.

Bapak itu mampir kerumah mbah Mbotol untuk menceritakan, setelah tersasar ke makam itu ojeknya alhamdulillah menjadi laris.

Kita ke cerita lain yang ada didesaku, di tahun 2004 itu ada bencana besar. Dimana hujan hampir 3 hari turun dan mengakibatkan air meluap hingga mengakibatkan banjir didesaku.

Saat itu, semua sekolah di liburkan karena air membanjiri tempat sekolah dan rumah-rumah warga. Banyak kambing hanyut, barang-barang warga hanyut, buah-buah hanyut, ayam hanyut, sampai semua warga tidak bisa tidur.

Rumah warga yang lebih rendah mengungsi di rumah warga yang lebih tinggi. Diwaktu itu saya masih berumur 7 tahun, saya menangis kelaparan dan ibu saya tidak bisa masak karna dapur  terendam air.

Bahkan di dalam rumah pun tergenang air, tidak ada kompor, rumah bocor, dan dimalam hari listrik padam karena banjir itu banyak yang longsor, seperti desa mati tanpa penghuni.

Saat banjir surut semua warga gotong-royong membersihkan lumpur jalan, membersihkan sekolah-sekolah, Mushola, membersihkan sampah yang menyumbat sungai dan lain-lain.

Setelah semua lumpur-lumpur  bersih dari desaku, semua sekolah mulai kegiatan belajar mengajar. Saat masuk sekolah saya mendapat bantuan.

Bantuan itu berupa beberapa makanan seperti mie instan, biscuit, buah-buahan, susu, jajan, buku, alat tulis dan seragam sekolah. Selanjutnya desaku kembali normal, dan desaku menjadi hidup kembali.

Itulah cerita didesaku tahun 2004, semoga ditahun sekarang dan kedepannya semua aman, tidak ada bencana maupun halangan lainnya. amin.

Previous Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.