Dua Istri

Hallo, saya ada sedikit cerita tentang seorang wanita yang ditinggal merantau oleh suaminya dan tidak ada kabar keberadaan sang suami Hingga sang istri bertekat mencari keberadaan sang suami dan mengetahuai bahwa sang suami sudah menikah dengan wanita lain. Beliau bernama ibu Bero, lahir 1929 dan suami beliau bernama Yahmin lahir 1927, dan ini kisahnya.

Ibu Bero tinggal di Trenggalek menikah dengan seorang laki-laki dari desa sebelah yang bernama Yahmin. Beliau menikah karena perjodohan orang tua kedua pihak, menikah ditahun 1943. Setelah menikah 2 tahun beliau memiliki seoraang anak laki-laki bernama udin. Di tahun 1947 sang suami berpamitan untuk merantau ke gunung kidul untuk mencari pekerjaan.

Sang suami berangkat ke gunung kidul tepat pukul 3 pagi dan sang istri membekali suami dengan singkong rebus dang sejurigen air mimum. Pak yahmin berangkat dengan berjalan kaki mendaki gunung dan sesekali istirahat untuk minum dan mengisi perut dengan singkong yang telah dibekali sang istri. Berjalan kaki dari Trenggalek hingga sampai digunung kidul Blitar. Di gunung kidul yang belum ada nama desanya itu masih sedikit penghuninyahanya,hanya orang-orang perantauan yang membuka lahan untuk bercocok tanam dan sedikit proyek pembangunan jembatan. Disitu pak yahmin membangun gubuk kecil untuk beristirahat malam.

Hari kedua di gunung kidul pak yahmin membuka lahan mencangkul tanah dan menanam singkong dan cabe.Dan hari selanjutnya pak yahmin bekerja di proyek pembangunan jembatan dengan gaji Rp10,- /hari. Untuk mengisi perut setiap hari pak yahmin memancing ikan disungai  dan membakarnya.

Dalam selang waktu 6 bulan pak yahmin memperbesar gubuknya dan memperluas lahan tanamnya. Beliau menanam jagung, kelapa, kacang tanah, dan menanam beberapa jenis sayuran. Setelah dirasa memiliki uang dan panen pak yahmin pun pulang ke Trenggalek membawa beberapa panenan.

Sesampai di Trenggalek sang istri pun senang  karna sang suami pulang dengan selamat, udin sudah berusia 4 tahun dan akan memasuki sekolah TK. Setelah sebulan dirumah pak Yahmin pun kembali merantau ke gunung kidul untuk melanjutkan pekerjaan.

Setelah sampai di gunung kidul Blitar, pak yahmin seperti biasa melakukan pekerjaan yang telah ditinggal selama 1 bulan pulang kampung. Beberapa bulan kemudian ada pendatang baru wanita cantik bernama Marinah membawa seorang anak kecil laki-laki. Marinah membuat gubuk kecil tidak jauh dari tempat pak Yahmin tinggal. Pak Yahmin pun ingin mengenal Marinah, dan pak Yahmin mendatangi gubuk kecil milik marinah dan sang anak tinggal dengan membawa kelapa serta sayuran hasil dari panennya.

Pak Yahmin bertanya-tanya tentang Marinah, anak Marinah berusia 3 tahun bernama mesi. Bapaknya mesi meninggal saat mesi umur 9 bulan, dan kini Marina seorang diri membesarkan mesi hingga nekat merantau ke gunung kidul agar memiliki lahan untuk bercocok tanam.

Setelah banyak berfikir pak Yahmin pun ingin menikahi Marinah tanpa sepengetahuan sang istri dan keluarga di Trenggalek. Pak Yahmn meninta Marinah untuk menjadi istrinya dan mau menyayangi anaknya seperti anak kandunnya sendiri. Dan Marinah pun mau menikah dengan pak Yahmin. Mereka Menikah dan memiliki 7 anak, tetapi anak yang ke 3 dan anak yang ke 5 meninggal sat masih kecil. Anak ke 3 meninggal terjatuh kesungai kepalanya terbentur bebatuan saat menggembala sapi, sedangkan anak ke 5 meninggal karna demam.

Sekarang gunung kidul pun sudah menjadi Desa kecil Yang diberi desa Bantut. Sudah ada sekolahan, lapangan, Kantor desa, kantor perhutani dan Lain-lain. Air pun sudah memiliki tampungan sehingga tidak perlu kawatir kekeringan.

Dan Istri pertama pak Yahmin ditrenggalek pun tidak pernah tau kabar dari pak Yahmin setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Anak istri pertama yaitu Udin sudah berusia 30 tahun di tahun 1976. Udin pun bertekat mengajak sang ibu untuk mencari ayahnya ke gunung kidul, setelah sampai digunung kidul Udin pun bertanya dengan warga desa bantut karena desanya sangat kecil sehingga mudah untuk mencari seseorang. Udin dan sang ibu pun diarahkan oleh warga menuju rumah pak Yahmin. Dan sesampainya dirumah pak Yahmin Udin kerkejut dan bertanya-tanya dalam hati kenap ada anak-anak kecil.

Udin dan sang ibu disambut dan dipersilahkan masuk oleh Mesi anak Marina yang umurnya tidak jauh dibawah Udin. Lalu Mesi memberitahu pak Yahmin jika ada tamu dan pak Yahmin pun keluar menemui tamu tersebut. Pak Yahmin pun terkejut ternyata tamu tersebut adalah Udin dan ibu Bero. Udin langsung memberi beberapa pertanyaan seperti siapa anak-anak itu? kenapa tidak pernah pulang? Kenapa tidak pernah ngasih kabar sampai aku dewasa? Dengan nada kesal.’

Pak Yahmin pun menjelaskan bahwa Beliau telah menikahi wanita lain disini dan memiliki anak. Pak Yahmin meminta maaf kepada ibu Bero dan Udin karna tidak pernah pulang dan tidak memberi tahu terlebih dahulu kalau menikah lagi dengan wanita lain. Pak Yahmin juga memberi alasan jika dulu diperjodohkan dengan Ibu Bero itu karna terpaksa dan tidak mencintainya, disini dia telah mencintai wanita lain. IbuBero pun menangis tersedu-sedu, Lalu pak Yahmin pun mengenalkan Marinah dan anak-anaknya kepada ibu Bero dan Udin. Marinah meminta Udin dan ibunya untuk menginap dirumahnya. Dan ibu Bero pun menyetujui untuk menginap 1 malam saya karna hari pun sudah malam.

Keesokannya sebelum Udin dan ibunya berpamitan Marina menyuruh suaminya untuk ikut pulang beberapa hari ke kampung halaman yaitu Trenggalek untuk membesuk kedua orang tua. Dan pak Yahmin pun menyetujui untuk ikut ke trenggalek.

Pak Yahmin, Udin, dan ibu Bero pun berangkat dengan berjalan kaki. Sesampainya di Trenggalek pak Yahmin mengunjungi rumah orang tua dan ternyata kedua orang tua beliau sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Pak Yahmin pun mengunjungi makam kedua orang tua dan berkunjung kerumah keluarga ibu Bero untuk meminta maaf telah meniggalkan ibu Bero dengan menikah lagi dengan wanita lain.

Setelah itu pak Yahmin berpamitan untuk kembali lagi ke gunung kudul Blitar dan ibu Bero pun merelakan jika sang suami kembali ke Marinah. Pak Yahmin pun kembali  pulang ke gunung kidul, dan hidup bersama ke 6 anak termasuk mesi anak dari marinah. Anak-anaknya pun sudah tumbuh dewasa dan menikah. Tahun 2002 saat usia Marinah 74, Marinah terkena penyakit tumor gusi yang membuat pipi membengkak hingga leher. Di awal tahun 2003 Marinah pun meninggal dunia, semua anak dan cucu merelakan kepergian Marinah.

Pak Yahmin menjadi duda hingga tua dan pikun tidak mengenal nama anak dan cucunya. Ditahun 2017 pak Yahmin meninggal dunia dan dimakamkan disebelah makam marinah. 5 tahun kemudian yaitu tahun 2022 ibu Bero meninggal dunia di Trenggalek.

Leave a Reply

Your email address will not be published.