Kegagalan adalah awal keberhasilan

Nadia Samer – Hallo teman-teman mau kenalan sama aku tidak? Oh ya nama saya Galang Pradana.

Saya adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang. Saya adalah anak bungsu dari empat  bersaudara.

Saya tinggal di Jalan Patimura, nomor 79, Purworejo, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Saya memiliki hobi Membaca, ayah saya bekerja sebagai buruh tani dan ibu saya bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Sebelum saya masuk kuliah saya lulusan SMAN 1 KOTA BLITAR Jawa Timur. Saya lulus pada tahun 2018.

Sebelum saya menempuh ke jenjang yang lebih tinggi saya pernah bekerja menjadi kuli bangunan untuk memenui kebutuhan saya dan keluarga saya.

Cita-cita orang tua saya ingin melihat anaknya menjadi sarjana. Tetapi ekonomi keluarga saya tidak mampu untuk memenuhi biaya kuliah.

Saya berusaha untuk mewujudkan impian kedua orang tua yang ingin melihat saya menjadi sarjana.

Setelah enam bulan, saya bekerja sebagai kuli bangunan. Penghasilan saya selama satu hari hanya 65.000 ribu, itupun hanya cukup untuk makan keluarga saya belum untuk kebutuhan lainnya.

Setelah itu saya mencoba untuk melamar bekerja di perusahaan BUMN yang bisa menjamin para pekerja yang berprestasi mendapatkan beasiswa  dan bisa mempunyai pekerjaan sampingan.

Sebelum ada panggilan pekerjaan, saya membantu ayah saya menanam jagung. Setelah saya membantu ayah saya menanam jagung, saya mempunyai ide untuk membuka usaha sendiri.

Disitu saya mencoba untuk berjualan roti bakar. Saya berjualan roti bakar di jalan lekso pakunden depan alfamart kota blitar.

Setelah saya berjualan selama beberapa hari, saya mengalami kerugian yaitu modal saya tidak kembali.

Saya tidak bisa membeli bahan-bahan roti bakar seperti selai, roti, yang sudah harus diganti dan saya memutuskan tidak untuk melanjutkanya karena kurangnya modal.

Setelah satu bulan saya tidak meneruskan usaha roti bakar, saya hanya ikut ayah menjadi buruh tani agar bisa sedikit membantu ekonomi keluarga saya.

Suatu hari saya di ajak kakak keponakan untuk ikut kirim barang keluar kota, karena saya juga sedang membutuhkan pekerjaan. Saya akhirnya menerima ajakan kakak keponakan.

Saya berangkat dari rumah pukul 08.00 pagi sampai di ketapang pukul 13.00. Disini saya selama perjalanan saling bercerita dengan kakak keponakan saya.

Saat perjalanan menuju ke kapal pukul 15.00 wib, disitu saya merasa lapar dan saya memutuskan membeli makanan ringan dan meyeduh kopi hangat.

Saat kapal mulai berlayar, tiba tiba perut saya merasa sangat mual dikarenakan tingginya gelombang air laut dan cuacanya sangat dingin.

Saya memutuskan untuk membeli minyak kayu putih dan setelah itu saya tertidur sejenak. Saya terbangun, tiba-tiba sudah sampai di pelabuhan gili manuk.

Saya melanjutkan perjalan menuju kota Denpasar untuk mengantarkan barang. Disana saya diajak kakak saya untuk membeli bahan-bahan atau keperluan untuk dijual lagi di kota Blitar.

Kami membeli kebutuhan seperti oleh oleh khas bali, pakaian cowok, pakaian cewek dan banyak lagi lainnya.

Setelah 7 hari di denpasar, saya dan kakak saya waktunya pulang. Saat perjalanan pulang, saya mampir untuk membeli sarapan. Setelah kami memesan makanan, saya melihat beberapa warga asing disana.

Saya mengamati ia sangat ramah dan bilang kepada karyawan yang mengantar makanan “bahwa indonesia negara yang sangat asri dan indah pemandanganya” dan dia juga berkata sangat menyukai cuaca yang ada di indonesia.

Setelah selesai makan saya langsung melanjutkan perjalanan. Disitu saya mampir ke pantai kuta terlebih dahulu untuk menikmati pemandangan yang indah di sore hari.

Setelah matahari tenggelam, saya langsung berkemas dan malanjutkan perjalanan pulang.

Sesampai dirumah saya mendapatkan panggilan interview dan tes psikotes  online perusahaan BUMN. Saya langsung menyiapkan semuanya untuk mempersiapkan interview dan ujian psikotes.

Keesokan harinya, saya mengikuti interview dan tes online melalui zoom yang di pimpin oleh HRD Hariono (wakil perusahaan BUMN).

Disitu para calon pegawai diminta untuk melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu mengikuti training selama 3 bulan di kantor BUMN cabang malang.

Keesokan harinya setelah wawancara online, saya izin kepada orang tua saya untuk mengikuti kewajiban training 3 bulan di malang.

Setelah saya di izinkan, saya bersiap untuk berkemas. Selanjutnya saya berangkat pukul 03.00 pagi, ditengah perjalanan roda sepeda motor saya bocor.

Saat itu saya sudah sampai Kepanjen dan saya mencari bengkel yang sudah buka. Saya mendorong motor saya sejauh 2 kilometer, Akhirnya saya menemukan bengkel untuk memperbaiki sepeda motor saya.

Setelah motor saya selesai diperbaiki, saya segera melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba dipertengahan jalan, saya mendengar adzan subuh.

Saya mencari mushola terdekat untuk melaksanakan ibadah. Setelah beribadah, saya mencari tempat makan untuk sarapan terlebih dahulu. Sesudah selesai makan, saya langsung melanjutkan perjalanan.

Saya tiba di kantor BUMN pukul 06.30, disana saya langsung melakukan absensi terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan selanjutnya.

Pada pukul 07.00 para calon pegawai BUMN melakukan sosialisasi di aula untuk pembekalan training selama 3 bulan.

Pada saat sosialisasi semua calon pegawai disuruh untuk memilih jalur sesuai kemampuan masing-masing dan disitu saya memilih jalur BUMN beasiswa.

Setelah itu, calon pegawai dikelompakan sesuai pilihan dan kemampuanya masing masing. Kita langsung mendapatkan arahan gimana sih biar bisa bekerja sambil kuliah.

Disitu saya berusaha bekerja dengan baik dan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa terpilih menjadi para calon beasiswa di tahun 2021.

Hari pertama saya training, saya masih belajar menguasai materi agar bisa melaksanakan kegiatan dengan baik.

Disitu saya belajar tentang aturan bekerja di negara indonesia dan aturan-aturan yang wajib dilakakukan oleh beberapa perusahaan yang termasuk kedalam perusahaan BUMN.

2 hari kemudian, saya melanjutkan materi yaitu turun ke lapangan untuk melakukan aktivitas sosialisasi yang dilaksanakan di Surabaya.

Setelah selesai sosialisai, saya langsung kembali ke kantor. Setelah 3 bulan training, saya langsung mendapatkan penempatan di kantor BUMN kepanjen cabang malang.

Selama berjalanya waktu saya berusaha dengan semaksimal mungkin, agar bisa terpilih menjadi pekerja yang pantas mendapatkan beasiswa untuk melajutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Disitu saya harus mengikuti ujian untuk bisa lulus menjadi pegawai beasiswa. Di bulan ke-6, saya ujian di Telkom University.

Disitu saya dan rekan saya harus bisa mengejar target pekerjaan selama 2 minggu kedepan. Setelah saya bekerja kejar target, saya harus mempersiapkan untuk ujian yang segera dilaksanakan.

Saat ujian, saya hampir menyerah dikarenakan saya tidak yakin dengan apa yang saya lakukan dan banyaknnya calon beasiswa BUMN.

Tetapi saya ingat perjuangan selama ini tidak boleh sia-sia. Saya harus bisa mewujudkan cita-cita dan keinginan orang tua.

Disitu saya berusaha untuk tenang dan percaya diri, bahwa saya bisa melewati ini semua. Setelah selesai ujian saya langsung pulang dirumah untuk mejenguk kedua orangtua saya.

Di bulan ke-7 saya mendapatkan musibah kecelakaan dan harus dirawat dirumah sakit selama 1 minggu.

Setelah saya merasa lebih baik, saya harus bekerja dengan lebih keras. Dikarenakan saya harus mengisi data-data konsumen yang harus segera di input dalam 2 hari lagi.

Selama berjalanya waktu, tidak terasa sudah satu tahun saya bekerja di BUMN. Saya mendapatkan kabar bahwa nama saya tepilih mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

Disitulah saya langsung mengabari orangtuaku akan kabar bahagia ini. Disini saya sangat bahagia, inilah kabar yang saya tunggu-tunggu selama ini.

1 bulan kemudian, saya langsung bisa masuk di Universitas Negeri Malang. Disitulah saya percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Pesan saya untuk teman teman yang saya sayangi.

“Jangan mudah menyerah dan jangan takut untuk  gagal dan banyaklah mencoba dengan hal baru, agar kamu banyak mempunyai pengalaman dan yakinlah pada tujuanmu bahwa kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan”,. 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.