Kehidupan Masa Remaja

Kata tetangga aku masa remaja masa yang paling membuat tertekan, di bebani dengan tuntutan kerja, ekspetasi orang tua, pertanyaan kapan wisuda, gaji berapa, blablabla ndak tahu kok tanya saya!

Mental mulai terganggu kewarasan semakin sulit untuk di jaaga, merasa butuh konsultasi, mencari teman kuliah karena tidak mampu membayar jasa ahli, tak di sangka tak di duga, keduanya sama-sama hampir gila, dan berujung menangis bersama,tidak ada solusi untuk masalah yang di bawa, di pendam sendiri lama-lama sampai menyerangmu, membuat sulit memejam jiwa yang rapuh, di bunuh malam yang kejam, sulit tidur, sementara pagi tak bisa di undur, tugas menggunung, air mata menggenang.

Jadi sebenarnya, aku heran pada pemuda yang bisa santai saja menjalani kehidupannya, seperti orang tuanya bisa memberi makan sepanjang masa, masalah lulus nanti saja, dengar-dengar sih iya, dalam diri orang semacam itu juga memikirkan nasib kedepannya akan bagaimana, tapi buat apa kalau cuma di batin saja, tanpa ada tindakan nyata? emangnyaimajinasi bisa menjelma realita tanpa usaha?

Semua sudah ada jalanya, kalau semua sudah di atur, apa gunanya doa yang kamu langitkan saat tanganmu tengada? kan, semua sudah di atur semua sudah pasti, kamu tinggal terima beres apapun itu, kalau manut katamu manusia jadi gak punya kuasa untuk meminta. jadi, kamu gak perlu repot request begitu begini, keinginanmu tidak ada gunanya lagi dan tidak akan terpenuhi, kan sudah pasti akan kamu dapati kamu juga tidak pernah menaruh usaha, apa yang kamu mohonkan, tuhan tak sudi mendatangkan cuma-cuma.

Kemudian mereka berkata, nikmati masa muda selagi bisa, masa muda hanya datang satu kali selama hidup di fase atau mau di tahap di masa tua, memangnya ada yang bisa di ambil dua kali seperti tes sertifikasi? kalau bisa, enak saja tinggal mengulang untuk memperbaiki jika gagal pada percobaan pertama kali, hay teman-teman? hidup memang suka bercanda tapi tidak selawak itu, seharusnya kita tahu apa bedanya nikmati masa muda dan hancurkan masa depan, cara menjalani masa muda yang paling tepat, menurutku adalah dengan melakukan hal-hal yang membuatmu hidup enak di masa depan,contohnya mengukir prestasi memulai investasi menjalin relasi membangun reputasi.

Dulu aku berfikir sudah akan menjadi sesuatu di usia dua puluh satu, ternyata hanya syahrini yang bisa begitu, orang-orang banyak juga yang sudah sukses.tapi tidak ada satu pun yang tanpa privilege, tentu saja mereka tetap usaha tapi sudah di tunjang dengan hak istimewanya, usaha mereka seakan-akan sudah pasti tercapainya, kalau gagal sementara tidak perlu mikir besok makan apa  tinggal dimana, lah kita? sekalinya gagal mengsedih.

Dalam kehidupan menjadi dewasa, memiliki seorang publik fugure sebagai teladan sah-sah saja, tapi menyetarakan standaranmu dengan kemampuan mereka,Tidak di rekomendasikan.apalagi kalau idolamu itu artis terkenal kaum bangsawan ya mbok sadar diri. Jadi kalau orang bener-bener punya niatan bekerja pasti akan menjadi orang yang sukses.

Kata orang-orang masa remaja bisa membuat semakin terpenuhi kebutuhan dan memikirkan masa depannya nanti mau bagaimana, dan tidak semua orang bisa memberi sukses kalau bekerjanya tidak bener-bener niat.

Beberapa tahun sudah Jadi versi terbaik dari dirimu sendiri, ia kali potensi tidak perlu berburu-buru dengan pencapaianmu, lakukan meski perlahan tapi pasti yang memulai lebih awal belum tentu berhasil duluan, apa lagi mulainya belangan hahahaha,mau jadi apa kalian hahh.

Yuk, mulai sekarang kita atur rencana perjalanan hidupmu, apa saja yang perlu merahih itu semoga kita menjadi sukses dalam bentuk apapunyang kita mau aminn.

Dimasa remaja mereka masih bisa meluangkan waktu mereka untuk bermain, tertawa bahagia bersama teman-teman seusianya,mereka bisa pergi ke mallkapan saja dengan teman-temannya, tetapi tidak dengan aku karena ayah pernah berkata ayah tau kamu ingin seperti teman-temanmu nak, tetapi ayah ingin kamu melakukan hal yang lebih berguna di bandingkan dengan pergi ke mall, oleh sebab itu ayah jarang memperbolehkan untuk pergi ke mall dan bermain dan membatasi waktu bermain.

Aku paham dengan maksud ayah, ia ingin mendidikku dengan benar karena ayah tidak ingin aku salah pergaulan, berbeda dengan ibuku yang memperbolehkan aku untuk pergi bersama teman-teman karena ia hanya melarangku untuk melakukan hal yang negatif.

Pada tanggal tujuh belas agustus dua ribu enam belas aku dan teman-temanku berencana akan pergi ke bioskop, aku berkata sama ayah besok aku mau pergi ke biosko bersama teman-temanku lalu ayah menjawab nak, besok kamu jangan pergi ke bioskop ya,besok kan kamu ada acara memperingati hari kemerdekaan ‘’iya ayah’’ aku menjawab dengan muka yang sedih karena tidak diperbolehkan bermain di bioskop sama ayah.

Lalu ibuku menghampiriku,benar kata ayahmu nak,lebih baik kamu mengikuti peringatan kemerdekaan itu dan dengan kamu mengikuti acara itu kamu memiliki rasa yang tinggi,jawab aku baiklah buk. Ayah dan ibuku sangat peduli kepadaku, aku tau sekarang apa yang di maksud dari orang tuaku itu mereka ingin aku lebih mementingkan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi. Aku sempat berfikir apakah hanya orang tuaku saja yang mendidikku seperti itu, setelah aku perhatikan apa yang di lakukan dan di ajarkan orang tua temanku kepadanya.

Ternyata setiap orang tua memiliki prinsip yang berbeda dengan cara mendidik anak yang berbeda-beda walaupun memiliki prinsip yang tidak sama, mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin anaknya menjadi orang yang sukses dan selalu berguna. Orang tuaku pasti menginginkan hal yang terbaik untuk masa depan anaknya nanti dan beberapa bulan aku kerja dan menitipkan salam kepada ayah kalau aku mau kerja dan ayah menjawab iya nak hati-hati ya dengan raut muka bersedih dan kalau ibuk sudah pulang ayah memberitahu bahwa kamu berangkat kerja.

Beberapa hari kemudian aku menelfon ayah dan ibuk untuk memberitahu kalau aku disini di terima bekerja di salah satu perusahaan swasta. Ayah dan ibuku merasa sangat senang dan bersyukur mendengar kabar baik dariku. Mereka mendoakanku semoga aku betah di lingkungan baru dan suasana baru.

Hari ini awal saya bekerja di perusahaan baru. Saya berkenalan dengan orang-orang baru yang bekerja lama disana. Aku berpikir bahwa orang-orang disana sedikit tertutup ternyata dugaan ku salah orang-orang disana sangat ramah dan baik hati. Mereka mengajariku hal-hal yang belum aku ketahui dan aturan-aturan yang berlaku disana. Pada siangnya warga-warga di sana waktunya beristirahat dan aku di panggil untuk makan siang, terus malamnya aku pulang kerja jam delapan lebih empat puluh menit dan aku langsung menelfon ibuk lagi terus aku nanya apa sudah makan ayah ibuk, terus menjawab sudah la kamu nak, aku menjawab aku ya sudah buk,oiya udah nak kalo sudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.