Kehilangan

Aku anastasya mishya, aku putri tunggal dari keluarga hutomo diningrat itu nama ayahku ibuku bernama dian. Kami tinggal dikota bandung jalan patimura nomor 57 komplek C,umurku baru saja menginjak tujuh belas tahun. Tahun ini aku masuk kelas 1 SMA.

Pertama masuk sekolah ku,disekolah impian ku sejak smp di sma favorit 1 bandung. Di hari itu ada pelaksanaan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah,disitu aku mempunyai teman baru yang bernama bulan yang kini menjadi sahabat terbaikku dan juga kakak gugus atau yang memimpinku di masa Pengenalan Lingkungan sekolah yang ingin ku ceritakan,ia sosok yang dingin dan sulit untuk ditebak biasannya teman temanya memanggil dia dengan sebutan si kulkas, namanya alister.

Di hari itu awal MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) aku terlambat 30 menit yang seharusnya aku masuk pukul 07.00,disitu gerbang sekolah pun sudah di tutup. Aku sangat takut dan khawatir namun ada juga siswa baru yang terlambat. disitu siswa yang terlambat mendapatkan hukuman menyapu sekitar halaman pagar sekolah,setelah menyelesaikan hukuman aku  mencari kelompok atau gugusku dalam masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Itulah awal pertama pertemuan ku dengan sikulkas atau alister.

Disaat itu dia (alister) menanyaiku mengapa aku bisa terlambat dan mencoba menjelaskan mengapa aku bisa terlambat tetapi alister tetap teguh ingin  menghukumku, dan disitu kedua kalinya aku dihukum. Alister memberikan hukuman untuk aku berdiri didekat bendera,pada saat itu cuaca nya sangat panas. 30 menit kemudian aku mulai merasa pusing dan tiba-tiba melihat sekeliling sangat gelap, kemudian aku sudah berada di uks. Ketika aku terbangun melihat alister dalam hati aku berkata mungkin dia merasa bersalah.

Namun pada kenyataan tidak begitu. Ketika melihatku sudah terbangun dia menatap dengan tajam dan berkata bangun dengan keadaan yang belom pulih aku terkejut lalu terbangun darI tempat tidur, alister berdiri dekat kotak P3K tangan dilipat didada dan berkata “begitu saja sudah pingsan dasar lemah” ujarnya dengan ketus,aku yang masih duduk ditepi kasur UKSpun masih terdiam mendengar ucapnya. Aku tak habis pikir kok orang ini sama sekali nggak punya hati sudah membuatku pingsan masih dimarahi. Sungguh sial aku hari ini ujarku dalam hati. Aku memberanikan diri untuk melihat alister lalu dia berkata “sudah enakan cepat kembali kekelas” dengan nada ketusnya lalu aku menjawab jika kepalaku masih berat dan pusing namun alister terus berkata memaksaku untuk kembali kekelas,aku langsung bergegas turun dari ranjang UKS dan mengikutinya untuk masuk ke ruangan kelas sesampai dikelas bulan bertanya bagaimana keadaanku,bagaimana alister memperlakukanku dan bagaimana perasaanku bisa dirawat dengan alister. Aku tidak menjawab pertanyaannya aku hanya senyum kapadanya. Apa hebatnya dan baiknya si alister ucapku dalam hati.

Pukul 14.00 bel sekolahpun berbunyi tanda jam sekolahku hari ini berakhir,aku berjalan dikoridor sekolah melewati kelas-kelas sambil membawa tas dibahuku sesampainya di gerbang aku menunggu papaku menjemput dengan keadaan yang masih pusing. 15menit kemudian papaku menelfon jika dia akan sangat terlambat menjemputku dan menyuruhku untuk memesan grab. Tak sengaja aku melihat alister dan dia juga melihatku. alister bertanya padaku “mengapa masih disi” aku menjawab “masih nunggu jemputan”, lalu alister menawariku tumpangan aku menolak, namun alister mencoba terus meyakinkan kepalaku juga terasa pusing dan berat dari pada aku memesan grab dan menunggu dulu aku mengiyakan ajakannya. aku naik dimotor duduk berjarak karena takut dengannya. Selama dimotor alister menanyai alamat rumah dan mengajak ku untuk mengobrol, aku sangat bingung dengan dia apakah orang baik atau jahat. Awalnya aku canggung dan hanya bicara satu dua kata namun lama-lama mengobrol denganya aku merasa sebenarnya dia tidak begitu menyebalkan justru dia terlihat seperti bukan alister yang disekolah tadi yang tadinya ketus dan galak dia menjadi lembut dan baik. Tiba-tiba alister berhenti ditukang es dia menyuruhku turun,dan dia menyodorkan segelas es aku berkata “buat aku?” dia menjawab ” ya iyalah siapa lagi masa bapaknya yang jualan” dengan tersenyum,seketika aku merasa bingung dalam hatiku bertanya-tanya apakah dia benar orang baik? dia merasa bersalah?. Setelah selesai minum alister mengantarku pulang. Sesampainya dirumah aku berterima kasih dan menawarinya untuk mampir namun dia menolak dan langsung pulang

Ke esokan harinya aku bertemu lagi dengan alister ya bagaimana tidak memang dia pemimpin kakak gugus atau kelompokku mau tak mau aku harus bertemu dengannya. Saat dikelas dia memandangiku sebenarnya aku tidak merasa tetapi temanku bulan berkata ” nas kamu di liatin terus loh sama kak alister” dengan wajah senyum-senyum,aku hanya senyum kepada bulan karena aku bingung harus menjawab bagaimana. namun aku juga penasaran apa iya dia melihatku, lalu aku melihatnya benar saja alister memandangku seperti sedang melamun. aku tersenyum padanya namun dia menoleh dan tidak membalas senyumku. aku semakin bingung dengan dia. hari demi hari berlalu MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah)ku usai, dan aku dengan alister bisa dibilang sudah asing.

Beberapa hari kemudian  saat aku berada diperpustakaan tak sengaja bertemu dengannya, aku hanya menoleh sebentar tapi dia mendekatiku dan mengajakku mengobrol sepulang sekolah dia mengajakku untuk minum es ditempat kemarin. aku mengiyakannya karena aku makin penasaran dengan dia, setelah bel sekolah aku dan alister pulang bersama dijalan dia mengajaku mengobrol dan bercanda, sesampainya dirumah aku menawarinya untuk mampir dengan jawaban mengejutkan dia mau untuk mampir kerumahku. aku dan asliter semakin akrab dan semakin mengenal lebih jauh dalam beberapa hari itu aku terus bertemu denganya, mengobrol dengannya, bercanda denganya. lama-lama aku sangat mengenal apa yang disukai dan tidak, aku sudah menilai dia sebagai orang baik

Namun waktu cepat berlalu tiba-tiba dia menghilang beberapa hari dan aku tidak melihatnya disekolah. aku memberanikan diri untuk bertanya ke teman yang sering kulihat dengan alister. Ia nampak begitu paham bahwa aku akan menanyakan keberadaannya. Aku terkejut, ternyata alister sudah menyiapkan sesuatu untukku. Teman sekelas alister menyampaikan bahwa alister sudah pindah sekolah sekitar seminggu yang lalu karena permasalahan keluarga.

Kemudian aku berjalan menuju kelas membuka bingkisan dari alister yang dititipkan ke temannya. Ternyata dia memberiku boneka panda kecil yang sangat lucu, ada surat kecil didalamnya sesampai dikelas kubaca yang isinya dia berpamitan kepadaku dan disitu ditulisnya nomor telefon alister. tak pikir panjang aku kekamar mandi dan mencoba menelfonnya. aku berhasil menelfon dinomor itu namun yang menjawab bukan alister melainkan seseorang perempuan. aku bertanya ke perempuan itu apakah ini nomor alister dia menjawab iyaa. lalu sekali lagi aku bertanya alister dimana mengapa bukan alister yang mengangkat telfon nya. dia menjawab alister jika alister sangat sibuk. beberapa hari aku memberi pesan dan menelfon namun aku tidak mendapat jawaban dari alister, namun suatu hari aku mendengar dari temannya jika alister berada di bali dan dia mempunyai pasangan disana. sejak itu aku tidak lagi mencari tau atau menanyakan nya, namun sampai kini rasa penasaranku kepada alister tetap ada, sampai kini aku masih bertanya-tanya dalam diriku sendiri apakah benar kabar itu? sampai kini aku belom mendapat kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.