Persahabatan 5 Anak

Nadia Samer – Pada suatu hari Coco, Poco, Dodo, Noni dan Poci sedang mengendarai sepeda motor. Waktu itu mereka di tengah perjalananan, Coco berboncengan dengan Poco sedangkan Dodo dengan Noni.

Mereka mengendarai sepeda motor dengan cepat. Ketika si Coco mendahului Dodo dengan tertawa dan melambaikan tangan  ke mereka.

Disitulah si Coco yang berboncengan terjatuh dan menabrak pohon. Bukannya panik, si Coco malah tertawa terbahak bahak. Sedangkan si Poco merasa panik ketika sepedah motornya lecet.

Waktu itu Coco, Poco, Dodo dan Noni mau bermain ke rumahnya Poci. Setelah Dodo membantu Coco dan Poco mereka melanjutkan perjalanannya ke rumah Poci.

Setelah sampai di rumahnya, Coco, Poco, Dodo, dan Noni beristirahat sebentar. Mereka akan belajar menari bersama sama untuk pentas di acara purnawiyanta SMKN 1 PANGGUNGREJO, yang akan diadakan tanggal 15 juli 2022.

Kurang beberapa hari lagi mereka akan tampil, tapi si Coco dan Noni belum hafal gerakan yang akan di pentaskan. Beberapa hari kemudian, acara yang mereka tunggu sudah tiba.

Pagi hari si Coco, Poco, Dodo dan Noni pergi ke rumah Poci untuk merias diri. Ketika si Poco pergi ke kamar mandi, si Coco usil dengan mengunci kamar mandi.

Si Poco berteriak, lalu si Noni datang dan membukakan pintu kamar mandi. Ia bertanya “siapa yang tadi sudah menguncinya di kamar mandi?”.  Si Noni pun menjawab tidak tau.

Tiba-tiba si Coco datang dengan tetawa dan mengejek si Poco. Lalu si Poco pun marah kepada Coco, ketika si Coco akan dirias si Poco membalas apa yang tadi telah dilakukan Coco kepadanya.

Poco pun mendekati Coco ketika dia akan memakai lipstik. Lalu, Poco pun menyenggol tanggan Coco dan akhirnya lipstik yang tadinya digunakan coco pun berantakan. Coco pun marah kepada poco .

Ketika acara akan di mulai mereka tidak saling menyapa satu sama lain, sejak kejadian itulah mereka yang tadinya akrab seperti saudara kandung sendiri sekarang malah menjadi musuh.

Keesokan harinya si Coco saling berpapasan dengan Poco di sekolah. Ketika bel sekolah berbunyi mereka masuk kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasanya, waktu itu mereka enggan untuk menyapa satu sama lain.

Ketika guru  mapel  Bahasa  Indonesia  masuk kelas, yang tadinya Coco sebangku dengan Poco sekarang mereka duduk berjauhan.

Waktu itu guru Bahasa Indonesia menyuruh muridnya membuat kelompok untuk praktek puisi, si Dodo dan Noni mendatangi guru mapel Bahasa Indonesia  dan mengatakan untuk menjadikan si Coco dan Poco satu kelompok.

Guru Bahasa Indonesia menanyakan kenapa begitu, lalu si Dodo dan Noni mengatakan awal mula masalah yang terjadi antara si Coco dan si Poco. Seketika itu guru mapel Bahasa Indonesia mengetahui permasalah antara si Coco dan Poco.

Guru yang tadinya mengajar mapel Bahasa Indonesia menentukan kelompoknya guru bahasa Indonesia pun menyuruh si Coco dan si Poco untuk menjadi satu kelompok .

Si Coco dan si Poco mendengar kalau mereka akan dijadikan satu kelompok. Seketika, mereka mendatangi guru Bahasa Indonesia dan protes.

Mereka  tidak mau dijadikan satu kelompok. Guru Bahasa Indonesia bertanya, “kenapa tidak mau dijadikan satu kelompok?”, Coco dan Poco menjawab, “kami tidak ada masalah dengan yang lain”.

Guru Bahasa Indonesia tetap menyuruh Coco dan Poco jadi satu kelompok. Meski muka mereka kurang senang, si Coco dan si Poco tetap mematuhi guru Bahasa Indonesia.

Si Coco sedang mengerjakan tugas yang telah diberikan guru mapel Bahasa Indonesia, walaupun dengan muka kesal. Ketika guru mapel Bahasa Indonesia menyuruh semua murid untuk maju kedepan dan menyeritakan.

Si Coco dan Poco sedikit memberontak ke guru Bahasa Indonesia. Guru tetap menyuruh si Coco dan si Poco maju ke depan. Kemudian ia maju ke dengan si Poco.

Walaupun mereka tidak akrab seperti dulu lagi, mereka terpaksa melakukan itu. Sepulang sekolah si Noni dan Poci pergi ke rumah Dodo, untuk  merencanakan bagaimana cara mereka menyatukan si Coco dan si Poco seperti dulu lagi.

Yang dulunya akrab seperti saudara kandung sekarang menjadi musuh. Si Noni, Poci dan Dodo pun binggung memikirkan bagaimana cara membuat si Coco dan si Poco kembali akrab.

Si Noni pun mengusulkan bagaimana kalau diadakan makan bersama di rumahnya. Si Dodo dan si Poci pun setuju apa yang telah di katakan si Noni.

Mereka pun memberitahu kepada si Coco dan si Poco kalau akan diadakan makan bersama. Sesampainya di rumah Noni, si Dodo dan Poci sengaja meninggal si Coco dan si Poco.

Mereka pun di rumah si Noni hanya berdua sedangkan si Dodo, Poci dan Noni pergi keluar sebentar. Mereka sengaja meninggalkan si Coco dan si Poco agar mereka saling berkomunikasi satu saama lain.

Mereka pun masih tidak saling berbicara satu sama lain agak lama. Kemudian mereka pun mulai agak berbicara sedikit demi sedikit walaupun tidak seperti dulu lagi. .

Setelah lama si Dodo, Noni dan Poci kembali. Si Coco menanyakan darimana, kenapa lama sekali. Si Noni menjawab kalau mereka beli bahan buat memasak nanti dan di perjalanan mereka terjebak mancet.

Si Coco dan si Poco pun di suruh si Noni untuk memasak di dapur. Mereka pun berangkat ke dapur dan memasak bersama-sama.

si Coco yang tidak bisa masak sedangkan si Poco yang pintar memasak, si Coco pun bertanya kepada si Poco tanpa rasa malu. Di situlah mereka mulai ada komuikasi satu sama lain.

Setelah acara makan-makan di mulai, mereka pun sudah saling berbicara satu sama lain. keeseokan harinya mereka berpapasan di Wisata Pantai Serang.

Si Coco bersama keluarganya, sedangkan si Poco dengan temannya disitu si Coco menyapa si poco dan saling tersenyum.

Si Coco yang tadinya marah kepada si Poci sekarang mereka sudah saling berkomunikasi dan saling menyapa satu sama lain.

Keesokan harinya si  Coco datang ke rumah si Poco untuk merencanakan liburan bersama ke pantai bukit indah.

Si Poco yang tidak tau pantai bukit indah itu seperti apa. Jadi,  si Coco pun menceritakan kalau di Pantai Bukit Indah itu sangat bagus dan indah.

Di situ juga terdapat air terjun dan di sisi pantai terdapat tebing-tebing yang indah. Banyak juga spot foto disana, karena pemandangannya yang bagus.

Ketika Si Poco mendengar itu semua, Si Poco pun menjadi penasaran dan ingin segera melihat Pantai Bukit indah itu seperti apa.

keesokannya Si Coco dan Si Poco berangkat ke pantai bukit indah. Setelah sampai Si Poco pun terkejut ternyata apa yang si Coco katakan memang benar kalau Pantai Bukit Indah itu sangat bagus.

Si Coco dan Si Poco pun berfot- foto di pantai dan bermain sampai asiknya, mereka bermain di pantai dan mereka tidak tau kalau matahari sudah mulai tenggelam.

Mereka pun bersiap siap untuk pulang ke rumah di tengah perjalanan pulang, mereka masih bergurau dan mereka pun meminta maaf satu sama lain.

Sekarang mereka sudah menjadi teman akrab yang seperti dulu lagi . Sungguh indahnya persahabatan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.